Jumat, 05 Februari 2010

javajazz on the move








untuk lebih lanjut klik kesini aja ya klik disini

Selasa, 02 Februari 2010

TEKNIK FREEZE


Penggunaan rana dengan speed rendah pada subjek yang bergerak akan menimbul kan blur yang memberi kesan gerak. Selain itu, penggunaan kecepatan tinggi juga dapat memberikan kesan gerak dengan membekukan gerakan yang sedang berlangsung, pemotretan ini lazim disebut freezing. Hasilnya adalah foto yang mem perlihatkan subjek foto tepat di tengah gerakan yang sedang dilakukan. Karena menggunakan kecepatan rana tinggi, gambar subjek menjadi jelas/tidak blur. Pemotretan freezing yang baik membutuhkan perencana an. Jika mengetahui atau dapat yang bergerak memperkirakan arah yang akan dilalui subjek, Anda dapat menentukan sudut kamera, pencahayaan, latar belakang, jarak fokus, dan eksposure. Dengan demikian, Anda dapat lebih berkonsentrasi memperhatikan subjek tersebut. Yang tidak kalah pentingnya adalah mengantisipasi puncak gerakan yang akan di freeze. Ketika Anda bekerja dengan rana berkecepatan tmggi, pastikan setingan yang sudah anda input benar.. 

kan gag mau juga momen tertentu hilang begitu aja (pengalaman.. =P)

saat anda sudah menentukan ingin mengambil foto pastikan kamera yang anda pakai sudah nyala alias on alias udah siap alias belom di matiin (pengalaman lagi.. hehehe)

ada beberapa cara dalam pengambilan teknik freeze

saya akan membeberkan cara yang paling mudah..

kan sekarang lagi musim hujan nih.. coba anda keluar saat hujan..

bidik kamera anda ke tetesan air hujan.. untuk penggunaan speed dan apparture relatif ya..

kan saya gag bisa liat di sana malem ato pagi ujan'a.. jadi saya gag bisa ngasih patokan setingan'a.. heehe

saat pengambilan usahakan memakai apparture yang rendah, agar cahaya yang di terima lebih banyak, mengingat penggunaan speed yang cepat.

bila sudah menentukan objek langsung di klik..

hehe..


selamat mencoba kops.... 

TEKNIK PANNING


Panning adalah cara lain untuk memberikan kesan gerak pada foto. Ketika melakukan teknik ini, Anda mengikuti subjek selama pergerakan. Jika terlaksana dengan baik, hasilnya menjadikan subjek menjadi relatif lebih tajam dibandingkan dengan backgroundnya yang hampir sepenuhnya blur. Jarang dihasilkan subjek yang sepenuhnya tajam. Namun, beberapa bagian subjek yang mengalami blur justru memperkuat kesan gerak dari foto.

Teknik panning digunakan ketika Anda menginginkan kesan bergerak pada subjek tidak hilang

cara melakukan teknik panning cukup mudah (walaupun kadang saya juga susah dapet momen'a.. =P )


anda cukup mengikuti gerakan objek yang anda pilih, ketika anda mengikuti pergerakan tersebut jangan lupa buat ngatur fokus'a ya.. soal'a banyak yang suka lupa ngatur fokus'a.. =P

saat pengambilan usahakan tangan anda steady dan jangan bergerak - gerak, nanti malah acak"an lagi.. hehehe


Panning menggunakan speed rendah, 1/15 atau 1/30. Penggunaan kecepatan speed rendah membutuhkan tripod untuk mencegah timbulnya gerakan vertikal kamera yang tidak

diinginkan. Untuk mencegah overexposure dengan kecepatan speed rendah pada cuaca terang, gunakan apparture yang sedang" saja <<>> =P


tapi kalo gag punya tripod juga gag majalah kok.. yang penting bagaimana cara anda mengambil suatu momen tersebut..

FOTOGRAFI

Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "Fos" : Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis.) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.

Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan merubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).

Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO.